Siaran Pers Nomor: 630/Sipers/X/2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Jakarta–Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi secara resmi
memperkenalkan Sekolah Garuda, Rabu (8/10).
Program ini merupakan sebuah inisiatif terpadu yang terdiri dari
dua skema utama, yaitu Sekolah Garuda
Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Keduanya dirancang secara sinergis
untuk meningkatkan kualitas dan
memperluas keseimbangan akses pendidikan di seluruh Indonesia. Sampai tahun 2029, akan dibangun 20 Sekolah
Garuda Baru. Pada tahun 2025, empat sekolah akan dibangun dengan target mulai beroperasi di
tahun ajaran 2026/2027. Kemudian, diharapkan akan terbentuk 80 Sekolah Garuda Transformasi
hingga 2029.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek),
Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa
Sekolah Garuda adalah program strategis nasional yang lahir dari visi
besar Presiden Prabowo Subianto melalui
Program Hasil Terbaik Cepat Nomor 4, yaitu
membangun sekolah-sekolah unggul
terintegrasi di setiap kabupaten. Hal ini disampaikannya dalam agenda “Mengenal Sekolah Garuda: Harapan Baru
Pendidikan Unggul”. Acara ini serentak digelar di 16 titik wilayah Indonesia.
“Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama, yakni
penyeimbang akses bagi seluruh anak bangsa
agar dapat berprestasi, inkubator pemimpin untuk menyiapkan generasi
emas Indonesia 2045, terutama di bidang
sains dan teknologi, serta pendidikan berkualitas yang menyatu dengan pengabdian masyarakat,” ujar Menteri Brian.
Mendiktisaintek menjelaskan bahwa Sekolah Garuda Baru akan
dibangun dari nol di wilayah dengan
akses pendidikan yang masih terbatas. Sedangkan Sekolah Garuda Transformasi
yang dikembangkan SMA/MA yang telah ada,
untuk memperkuat potensi unggul para siswanya, agar mampu menembus kampus terbaik dunia. Dengan
ekosistem yang terwujud dalam dua skema ini,
Sekolah Garuda bukan sekadar pembangunan sekolah, tetapi sebuah
investasi jangka panjang untuk
melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, berdaya saing global, dan
tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
“Sekolah Garuda ini memang kita siapkan untuk melahirkan para
petarung, Garuda-Garuda muda, yang
lawannya bukan lagi sesama anak bangsa, tetapi negara lain. Singapura, China,
Jepang, Amerika bisa bikin apa, kita
juga harus bisa. Itulah yang nanti dilahirkan oleh Sekolah Garuda, petarung-petarung dengan level yang siap
bersaing, meyakinkan diri bahwa kita mampu
berkompetisi dengan siswa-siswa dari negara lain, dan kita pasti bisa,”
tegas Menteri Brian.
Program Sekolah Garuda hadir sebagai respons yang dirancang untuk
menjadi katalisator transformasi
pendidikan nasional. Dengan model sekolah berasrama, kurikulum berstandar internasional, dan fokus pada pemerataan
akses, Sekolah Garuda bertujuan menumbuhkan generasi pemimpin dan inovator yang holistik, berdaya
saing global, dan siap berkontribusi pada visi
Indonesia Emas 2045.
Dua Skema Ekosistem Pendidikan
Program ini memiliki dua skema utama, yaitu membangun sekolah baru
di daerah yang belum memiliki SMA
unggul, serta membina sekolah-sekolah yang sudah ada, agar para siswa
mampu bersaing hingga ke perguruan
tinggi tingkat dunia.
“Dengan ekosistem yang terwujud dalam dua skema ini, Sekolah
Garuda bukan sekadar pembangunan
sekolah, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi
Indonesia yang cerdas, berdaya saing
global, dan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal,” tutur Menteri Brian.
Sekolah Garuda Baru adalah sekolah yang dibangun dari nol di
wilayah Tertinggal, Terdepan, dan
Terluar (3T), serta daerah yang masih memiliki keterbatasan akses
terhadap pendidikan unggul. Sekolah ini
dirancang sebagai ekosistem pembelajaran inklusif dengan kurikulum berbasis
data, fasilitas yang efisien, dan
program pengabdian masyarakat sebagai bagian dari proses belajar.
Sekolah Garuda Transformasi merupakan program penguatan bagi
SMA/MA yang sudah ada, agar mampu
mengoptimalkan potensi siswa dan sekolah menuju standar pendidikan kelas
dunia. Program ini meliputi pembinaan
bagi siswa, peningkatan kapasitas guru, serta penguatan manajemen sekolah.
Pengenalan serentak Sekolah Garuda sendiri dilakukan di 16 wilayah
seluruh Indonesia. Terdiri dari 12 titik
Sekolah Garuda Transformasi dan empat titik lokasi pembangunan Sekolah
Garuda Baru. Sebanyak 12 Sekolah Garuda
Transformasi meliputi SMAN 10 Fajar Harapan, Aceh; SMA Unggul Del, Sumatera Utara; MAN Insan
Cendekia Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan; SMAN Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta; SMA Cahaya
Rancamaya, Jawa Barat; SMA Taruna
Nusantara, Jawa Tengah; SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah; SMAN 10
Samarinda, Kalimantan Timur; SMAN Banua
BBS, Kalimantan Selatan; MAN Insan Cendekia Gorontalo, Gorontalo; SMAN Siwalima Ambon, Maluku; dan
SMA Averos Sorong, Papua Barat Daya.
Lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru yang turut dikenalkan dalam
kesempatan kali ini terdapat di Belitung
Timur; Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; dan Bulungan, Kalimantan
Utara.
Dengan implementasi yang cermat dan komitmen berkelanjutan,
Sekolah Garuda tidak hanya akan
melahirkan talenta kelas dunia, tetapi juga menjadi model pendorong
peningkatan kualitas pendidikan di
Indonesia.
Humas
Kementerian Pendidikan
Tinggi, Sains, dan Teknologi
Laman : https://kemdiktisaintek.go.id/
FB Fanpage : https://www.facebook.com/share/1W4TzwrvrR/?mibextid=LQQJ4d Instagram : https://www.instagram.com/kemdiktisaintek.ri/
Twitter : https://x.com/Kemdiktisaintek